Saorsa Utara, Coffee Shop Tempatku Bertumbuh Tahun 2019-2022

Pernah nggak kamu mengalami banyak hal di satu tempat? Biasanya kalau di sekolah atau kampus, itu adalah kantin atau sekretariat organisasi yang kamu ikuti. Di hidupku salah satu tempat itu adalah Saorsa Utara. Dulu Saorsa ada di Jl. Sulawesi, saat itu tempat nongkrongnya berupa pendopo. Lalu pindah ke daerah Condong Catur, Jogja.  








Aku memulai karir sebagai tarot reader di Saorsa, baik untuk event amal galang dana maupun sesi pembacaan tarot personal dengan klien. Lalu menjadi tempat berkumpul dengan teman-teman yang bagiku dekat sebelum dan sesudah aku lulus kuliah. Hari-hari di sana juga sempat kuhabiskan untuk menulis skripsi. 


Tapi siapa sangka perjalananku dengan coffee shop yang konsepnya berada di rumah yang penuh tanaman di halaman seperti rumah nenek ini, juga membawaku bertemu terapis psikologis pertamaku? Pemilik Saorsa Utara memiliki orang tua yang membangun klinik bernama Amazing Point of Balance (baca lebih lanjut di sini).


Berawal dari mencarikan temanku psikolog yang bisa didatangi saat masa isolasi COVID 19, berakhir menjadi aku yang jadi klien rutin selama beberapa tahun di sana. Lalu aku menyampaikan kepada temanku tentang terapi kinesiologi di sana yang membantuku menghidupkan kembali emosiku yang "mati" dan tubuhku yang tidak terkoneksi dengan baik karena banyaknya trauma yang kumiliki, hingga beberapa klien tarot readingku pun ke sana.


Aku bahkan pernah menginap di klinik Amazing Point of Balance yang bangunannya menjadi satu dengan Saorsa Utara, lalu menghabiskan pagi nongkrong di kursi Saorsa Utara sebelum jam buka mereka. Saat itu aku dan beberapa teman ngide kemah di sana dan diizinkan Bu Lisa, selaku psikologku.


Saorsa Utara juga menjadi tempatku tidak hanya melamun, namun juga bertemu dengan banyak laki-laki stranger dari dating apps. Dari kesemuanya tidak ada yang berhasil jadian hahahaha. Aku juga mempromosikan ritual pembersihan kepada teman-temanku di sana!!! Saorsa Utara menjadi tempat pertemuanku dengan banyak orang.


Aku selalu memesan menu makanan dan minuman yang sama di sana. Jika sedang bokek, maka hanya memesan makanan saja atau minuman saja. Mangkok kramik lucu khas Saorsa Utara membuat pengalaman makanku jadi tidak sepi-sepi amat. Barista yang dulu bahkan hapal apa yang kupesan. Salah satunya pasti; coklat mint, lactoberry, cireng rujak, dan nasi ayam sambal matah.


Belum lama aku kembali lagi ke sana setelah hampir 2 tahun tidak pernah ke Saorsa Utara lagi karena pekerjaan lamaku yang membuatku tidak berada di Jogja selama 2 tahun. Rasanya seperti dibanjiri banyak ingatan tentang perjalananku di 2019 hingga 2022 di sana yang seolah mengatakan padaku, "Kamu telah bertumbuh sangat baik sejak saat kamu tiba pertama kali di sini."


Kepada Saorsa Utara, terima kasih sudah pernah menjadi one stop solutionku pada 2019-2022. Aku bersyukur hingga saat ini coffee shop yang dikelola temanku masih terus bertumbuh, seperti aku yang terus bertumbuh.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sambalnya Satu Bu, Sambal Tomat Ya!

Uang Kembalian dan Siapa yang Lebih Ramah

Cinta Habis Di Orang Lama Itu Hanya Berlaku Bagi Yang Gak Mau Menyembuhkan Luka Patah Hatinya