Bagaimana Rasanya Patah Hati? Sakit.
Patah hati adalah hal yang dihindari oleh sebagian besar dari kita. Karena siapa juga yang mau merasakan rasa sakit, tersiksa oleh amarah dan kekecewaan, serta menangis terus menerus karena kesedihan yang tidak bisa dibendung? Siapa yang mau merasakan kesusahan, jika kebahagiaan dan kesenangan itu menggembirakan?
Namun sayangnya patah hati adalah hal yang tidak terhindarkan selama kita hidup. Patah hati sama halnya dengan pengalaman jatuh saat belajar berjalan atau menolak rasa makanan tertentu saat baru pertama mencoba makan makanan normal di usia balita, yakni merupakan pengalaman yang perlu dialami oleh seseorang dalam hidupnya. Pengalaman yang bertujuan menumbuhkan jiwa kita.
Pun sialnya, jatuh cinta satu paket dengan patah hati. Patah hati karena cinta ditolak, cinta harus berakhir, cinta yang bertepuk sebelah tangan dan cinta yang berubah. Maka menghindari patah hati adalah menghindari jatuh cinta dan mencintai sungguh-sungguh. One night stand, friend with benefit, situasionship, atau mencintai seseorang diam-diam tanpa pernah mengungkapkannya adalah wujud dari ketakutan untuk patah hati.
Maka yang bisa dilakukan bukan menghindari jatuh cinta, namun meminimalisir rasa sakit dari patah hati dan menyembuhkan luka dari patah hati. Toh dari rasa sakit karena patah hati kita dapat belajar banyak hal tentang diri kita, dirinya, segalanya di sekitar kita dan hidup itu sendiri. Kamu jadi menyadari bahwa laki-laki di dunia bukan hanya dia. Kamu jadi menyadari betapa berharganya dirimu untuk hanya dipukuli setiap hari. Kamu jadi menyadari kamu itu kuat karena mampu mencintai dan bangkit dari keterpurukan patah hati. Kamu jadi menyadari betapa besarnya cintamu yang bisa kamu berikan pada dirimu sendiri.
Cara meminimalisir rasa sakit dengan tetap terjaga penuh saat mengagumi dan menyukai seseorang. Kamu bisa mendengarkan penilaian dari orang terdekatmu tentang dia agar ada second choice untuk memahami si dia. Kamu bisa pelan-pelan mengenalnya seapa-adanya, tidak perlu terburu-buru menghakimi dia itu baik karena tahu sisi baiknya saja.
Cara menyembuhkan luka dari patah hati beragam sekali. Mulai dari melepas semua emosi yang kamu rasakan seperti nangis tersedu-sedu selama seminggu, bermain dengan teman, berolahraga, hingga mengakses psikolog. Penting untuk mengakses psikolog terutama ketika kamu melalui hubungan yang beracun yang menghancurkan dirimu, karena rasa sakit yang kamu rasakan kemudian berubah menjadi trauma jika tidak disembuhkan. Trauma ini bisa merembet hingga kamu merasa tidak layak hidup karena kamu merasa dirimu sangat buruk paska putus. Penyembuhan luka juga membuatmu bisa menjadi lebih bijaksana karena mampu melihat manfaat dari patah hati untuk pengembangan dirimu.
Penting untuk menerima patah hati sebagai pengalaman yang tak terhindarkan sehingga kita bisa lebih fokus pada penanganannya. Sebab sebenarnya patah hati tidak hanya terjadi pada hubungan asmara, namun pada relasi pertemanan, keluarga, rekan kerja, maupun relasi dengan diri sendiri.
Jadi, bagaimana kabarmu paska patah hati?
Komentar
Posting Komentar