Refleksi Pindah Part 2: Capek Fisik dan Mental Cari Kos yang Cocok

Aku akhirnya pindah lagi weyyy!!! Berarti ini pindahan bedol desa ke 4 dihitung dari pindahan dari rumah kakakku. Kalau ngekos ini adalah kos ke 4 dihitung dari masa kuliah. Dan pindahan terbaru ini adalah upaya pindahan ke 2 dalam 2 bulan ini.


***Terima kasih lalamove sudah memudahkan proses pindahanku huhuhu (iklan dulu)


Jeng jeeeng... Barangku tambah banyak dalam 2 bulan!!!! Padahal sudah mengeluarkan 1 kardus baju dan hanya beli 1 buku huhuhu. Hal ini terjadi karena aku membeli alat masak yang memakan banyak ruang, salah satunya: magiccom, kettle listrik. Dan alat kebersihan seperti ember, sapu dan pel. Makanya packing pindahan kali ini lama juga karena barangnya makin banyakkk!!!


Namun, kali ini bukan packingnya yang bikin pusing karena aku sudah mulai terbiasa dengan packing pindahan... (Ceilah, practice makes perfect). Apakah aku merasa kesulitan packing sendirian? Engga. Aku malah panik kalau dipacking-in karena aku ga inget barang apa aja yang dimasukin ke kardus. Untuk angkut barang pun better sewa jasa kuli karena lebih aman.


Yang bikin pusing adalah survey keliling cari kos yang cocok dengan budget, muat untuk semua barangku, muat dilewati mobil pick up, lingkungannya masuk di akal, aksesnya aksesibel, dan lokasinya ga jauh dari jogja utara. Survey juga dilakukan mendadak karena mendadak kudu pindah dengan waktu dan energi terbatas. Meskipun sudah terbantu dengan iklan kos di Facebook marketplace, tapi kan tetep wae kudu disurvey.


Rasa capeknya ngingetin aku sama rasa capek pas nyari laki-laki bener di dating apps dan medsos. Bedanya cari kos ini berhasil dan cari laki-laki gagal bahkan banyak boncosnya huhuhuhu. Memang gak ada yang sempurna, karena akhirnya aku keluar duit buat beli kasur tapi ini better daripada menekan boundariesku, seperti pas cari laki-laki online.


Dan sebenarnya yang paling bikin pusing adalah dana yang mepet hahahaha. Dana mepet yang harus berbagi dengan kebutuhan hidup lain in this economy. Ditambah klien juga batal sesi karena tubrukan jadwalku dan jadwal pindahan yang gedebak-gedebuk. Puji syukur ada temanku yang mau bantu pinjamin duit huhuhuhu. 


Makin pusing karena kepindahan ini tu belum tentu lama karena aku masih proses cari pekerjaan di area Jawa. Alias invest banyak banget hanya untuk pindahan kos yang gak sampai lama. Invest beli kasur dan bayar pindahannya sih yang mantap pembiayaan dananya. Apalagi invest energi packing dan surveynya. 


Tapi aku percaya Tuhan akan reimburse semua ini amiiiin!!!!


Latter i realize, bahwa semua ini adalah ketakutanku yang akhirnya bisa kulalui. Takut harus pindah dengan bawa banyak barang. Ingat banget dulu sampai ke psikolog akutu diterapi karena sestress itu pindahan dari kos. Dan bahkan aku mulai adaptasi sehingga terbiasa packing, tahu tempat apa yang ku butuhkan dan tahu kebutuhan untuk bertahan hidup di kos kosongan.


I'm proud of my self berhasil pindahan!!!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kekayaan Film Indonesia, Bukan Sekedar Film Horror Plus-plus

Kenapa Harus Kopipaste Posting Blog Orang Lain?

Saorsa Utara, Coffee Shop Tempatku Bertumbuh Tahun 2019-2022