Memanggil Mata Air #1: Chapter Ungaran (Laporan Donasi)
*intro panjang, detail donasi langsung scroll ke bawah
Hehehe. Iya.
Keinginan untuk terlibat diurusan perairan muncul setelah aku merasakan betapa sulitnya hidup tanpa air bersih yang melimpah di musim kemarau di timur Pulau Adonara NTT. Rasanya terifying (menakutkan) hidup tanpa air bersih di musim kemarau bagi perempuan yang masih aktif menstruasi dan mengurus dirinya sendiri (memasak, mandi dan mencuci baju).
Aku juga jadi menghargai betapa pentingnya sumber air mandiri dan betapa pentingnya air bagi kehidupanku dan kehidupan seluruh makhluk.
Berawal dari riset penyebab ketiadaan sumber air mandiri di desa kecil di Adonara, aku jadi belajar cara memanggil mata air dari para kakek tua yang menjadi guruku. Cara ini kemudian aku bagikan di acara diskusi Memanggil Mata Air. Namun, bercerita saja tidak cukup bagiku.
Aku memaksa diriku harus menanam lagi pohon konservasi air yang kurang maksimal upayanya kupraktekkan di Adonara. Serta aku tidak puas dengan mekanisme penanaman pohon melalui platform online dengan biaya Rp 50.000 per pohon yang selama ini kuakses. Sedangkan aku tidak memiliki komunitas untuk menanam pohon.
Kesadaran bahwa aku tidak bisa bergerak sendiri untuk mendapatkan uang untuk membeli bibit pohon konservasi air dan tidak bisa menanam pohon sendiri, maka aku melakukan penggalangan dana pada September 2026. Aku juga mencari komunitas yang biasa menanam pohon konservasi air.
Kenapa komunitas? Karena bibit perlu dirawat sebelum ditanam, lalu saat ditanam pun perlu dicek berkala untuk memastikan tanaman tumbuh. Lalu aku terhubung dengan Rumanfaat, komunitas di Ungaran, Jawa Tengah. Mereka ingin menanami di wilayah Desa Kalisidi dengan luasan 15 meter x 25 meter dengan tujuan cegah longsor. Mereka juga menerima pohon yang mulai langka untuk dikembangkan di kebun mereka.
Dari hasil galang dana ke teman-temanku kemudian terkumpul Rp 1.801.750 untuk membeli 153 bibit tanaman yang terdiri dari 11 jenis tanaman konservasi air. Tanaman tersebut adalah aren, gayam, sukun, beringin, sanakeling, bambu, bayur, puspa, kepuh, jambu hutan, dan tlogosari. Pemberian tanaman ini berdasarkan diskusi kebutuhan komunitas selain manfaat konservasi.
Maka, aku ucapkan terima kasih kepada seluruh donatur (ada yang dari belanda dan US juga) sudah berpartisipasi mewujudkan impianku pengadaan bibit pohon konservasi air untuk ditanam bekerjasama dengan komunitas. Dan seluruh donatur ini adalah PEREMPUAN!!! Wuaaaa bangga weyyy!!!! Ibu bumi disupport perempuan!
Terima kasih juga buat Mas Pradana dan Rumanfaat yang sudah mau menerima dan mau dititipi anak-anak cimit 11 jenis pohon untuk dirawat sampai tidak stress dan siap ditanam di musim penghujan.
Semoga upaya memanggil mata air chapter Ungaran ini berlangsung lancar sampai pohonnya tumbuh baik dan bisa berlangsung di daerah lain, amiin! Semoga upaya ini juga jadi berkat buat seluruh pihak yang terlibat, termasuk para cacing di tanah Ungaran, amiin.
Nantikan update penanaman pohon-pohon konservasi air ini ya!!!
---Pssst.... Baca ucapan terima kasih dari Rumanfaat di sini ya (klik link ini)!
Komentar
Posting Komentar