Akulah Betina Matre Menurut Patriarkis Itu
- kumpulan tulisan di instagramku
1.
"Mau gak sama laki-laki gaji 3juta?"
Aku yang dulu:
Mau, yang penting aku nikah karena perempuan direndahkan dengan perkataan "perempuan makin tua makin ga laku".
Aku yang sekarang:
Engga. Pengeluaranku lebih dari itu.
Patriarki menciptakan label matre pada perempuan yang realistis terhadap biaya hidupnya agar perempuan tidak menuntut dan mereka bisa mengeksploitasi tenaga dan jiwa perempuan sebesar-besarnya dengan modal serendah-rendahnya, lalu menghina perempuan seperti barang rusak setelah dieksploitasi dan meninggalkannya, lalu membuat cerita kerusakan itu salah perempuan tidak merawat diri.
Padahal laki-laki patriarkilah yang serakah.
Padahal ada banyak laki-laki yang matre, yang sekarang dikenal sebutan mokondo. Tapi mereka marah keserakahan mereka disebut matre disaat mereka membuat label matre untuk mengekang perempuan.
Mau sampai kapan merawat keserakahan kalian dengan merendahkan perempuan? Terutama dengan bilang, "modal memek doang" ke perempuan.
Kalau hidup kalian masih nol, jangan menikah. Syarat menikah itu sekufu, bukan dari nol.
Kalau cari pembantu, jangan menikah. Pembantu aja gajinya UMR.
Yang waras, that simpel.
Yang waras, that simpel.
2.
Rasanya terbebaskan dari beban besar ketika aku mengakui ke diriku dan ke publik bahwa biaya hidupku tinggi dan aku menyukai uang. Aku juga terbebaskan ketika memvalidasi diriku tanpa menghakimi diriku buruk saat aku berkata aku bukan perempuan solehah dan penurut. Aku terbebaskan saat akhirnya bisa menikmati kesendirianku karena laki-laki insecure enggan padaku.
Biaya terapiku akan membuat kejang-kejang ia yang tidak pernah terapi, tidak pernah duduk dengan emosinya, tidak mau menyembuhkan lukanya, tidak pernah mau belajar caranya memahami emosi perempuan, dan selalu menggaslight perempuan dengan olokan too sensitive & too emotional.
Aku adalah perempuan yang mengusahakan biaya terapiku, bahkan sampai berhutang karena fase depresif yang muncul mulai membuatku menyakiti diriku sendiri. Akulah perempuan yang mengusahakan kesembuhan luka yang ditorehkan oleh orang lain, karena aku menolak menyakiti diriku sendiri dan menolak membiarkan diriku tunduk pada pembodohan ala patriarki.
Akulah betina yang mengincar uang dan menolak menerima dari nol. Akulah betina tua, matre, banyak mau, sombong, gak nurut, mental hancur dan memakan relationship standar tiktok itu. Akulah betina yang kalian olok-olok dengan semua sebutan itu, dan aku bangga menyandang semua sebutan yang kalian jadikan olok untuk membumbungkan belenggu patriarki pada perempuan.
Akulah betina itu 😌
Komentar
Posting Komentar