(Refleksi Pindahan) Ternyata Barangku Banyak Sekali!!!
Mei 2025 akhir aku memutuskan untuk tidak melanjutkan sewa kosku karena keterbatasan dana. Maka aku mulai packing barang-barangku untuk keluar dari kos. Proses packing ternyata berjalan lama, karena aku memutuskan untuk packing sendirian tanpa bantuan dan....... Karena barangku ternyata banyak banget!!!
Aku kos di sana kurang lebih 3 tahun meski tidak selalu di kos karena pekerjaan. Selama 3 tahun itu aku membeli barang satu per satu... Hingga menjadi banyak!!! Itu pun belum semua barang kebutuhan pokok kumiliki, seperti kompor, oven, kulkas dan mesin cuci.
Barang terbanyak tentu saja buku. Iya, kebiasaan membeli buku tapi tidak dibaca ternyata merepotkanku saat proses packing pindahan, karena banyak banget yang harus dipack. Padahal buku-buku ini sebelumnya udah banyak yang kudonasikan. Jadilah selesai packing aku kembali mendonasikan buku-bukuku. Terlalu lelah jika dijual dan masih banyak taman baca yang membutuhkan.
Selesai packing buku, aku lanjut packing baju. Wow, bajuku ternyata banyak juga! Padahal aku tidak sesering itu ganti outfit seperti orang-orang. Kebanyakan adalah baju peninggalan masa mahasiswa alias kaos dan kaos event. Beberapa baju kemudian kupilah mana yang urgent kupakai dan mana yang perlu direlakan. Berat merelakan baju yang gak seberapa, karena bingung mana lagi yang harus direlakan.
Lalu packing barang besar seperti alat masak, alat elektronik, boneka, wadah, alat olahraga, tas dll (anjir banyak banget wey pengelompokannya). Di sini aku harus merelakan kesenanganku punya boneka karena ternyata boneka memakan tempat. Aku sekaligus melepas boneka dari mantan, yang baru kusadari "Ngapain masih gue simpen sih????". Selain itu matras yoga dan alat masakku juga memakan banyak tempat.
Setelah itu adalah packing printilan untuk dibungkus kecil-kecil supaya gak berserakan. Aku upayakan dibungkus sesuai jenis tapi tetap saja bablas sih masih kecampur sana sini. Nah printilan ini yang ternyata ya ampun banyak juga kalau dipack!!! Padahal waktu kuserak di kamar, kelihatannya sedikit. Akhirnya kurelakan juga sebagian printilan yang gak kupake. Oh shopee... Padahal masih banyak printilan yang mau kubeli.
Printilan obat-obatan dan perawatan tubuh juga ternyata banyak weyyy. Padahal aku tidak semerawat diri itu. Oh masih ada lagi koleksi kain tenun dan kartu tarotku yang aaaa udah banyak jugaaaa!!! Beberapa kain tenun dan kartuku juga udah kurelakan dari jauh hari.
Lalu akhirnya karena kepepet waktu pindah, niatan untuk pack rapi sesuai kategori barang berakhir dengan memasukkan semua barang ke dalam kardus. Apapun itu asal muat dan terangkut. Daripada terusan mager karena ingin packing yang sempurna.
Proses perpindahan ini menurutku termasuk spiritual awakening deh hahaha. Selain melelahkan lahir harus packing ini itu, juga melelahkan batin karena harus melepas barang-barang yang dimiliki. Best realisasi kudapetin dari proses perpindahan ini. Termasuk realisasi bahwa aku konsumtif banget woooyyy!!!! Aku hasilin banyak sampahhhh aaaaa.... Sorry ibu bumi!
Kalau aku gak pindah, aku tetap akan menumpuk barang yang gak kupakai lagi. Aku juga jadi realize untuk tidak membeli barang besar yang sulit dipindah seperti lemari dan rak buku besar. Pindahan ini pantes direkomendasikan buat yang merasa hidupnya stuck, karena auto bikin beres-beres hal yang bikin stuck saat proses pindah.
Sekarang aku proses menata ulang barangku sesuai kategori, biar gak bingung nyarinya karena kemarin asal nyemplungin barang. Termasuk kurasi ulang barang yang kemarin belum lolos kurasi buat dilepas karena gak ada waktu dan masih melekat.
Jadi, kamu udah pernah pindahan belum?
Komentar
Posting Komentar