Postingan

Demi dan Dinda: Nasib Cinta Perempuan Tidak Hanya Satu Jalan

Gambar
Hari itu aku berkenalan dengan Demi dari film Panduan Mempersiapkan Perpisahan . Demi adalah perempuan muda dari Jakarta yang mencoba membangun dirinya yang lain di Jogja. Rasanya Jogja menjadi tempat pelarian yang sempurna, terutama sejak mengenal Bara. Laki-laki sedikit introvert yang menyukai buku, music, dan pertunjukan seni ini mau menemani Demi kemanapun di Jogja. Hingga Bara mengira, ia adalah tempat pulang Demi yang lebih dari sementara. Aku juga berkenalan dengan Dinda dari film Story of Dinda . Dinda adalah perempuan muda yang kesulitan lepas dari rasa tidak berharga karena mengalami relasi abusive berkali-kali. Dinda bertemu dengan Pram yang sedang memiliki masalah dengan istrinya. Pram membuat Dinda memikirkan ada jalan lain selain setiap Dinda memiliki masalah dan menggerakkan Dinda untuk melakukan perubahan untuk diri Dinda sendiri. Hingga Pram dan Dinda memilih untuk sama-sama berdamai dengan kondisi masing-masing. Kedua film ini sama-sama bercerita tentang perempuan mud...

Kita Tidak Tahu Apa yang Ada Di Balik Tirai (Depresi dan Remaja)

Gambar
“Aku tuh nggak tau kenapa aku bisa kayak gini. Aku sebenarnya kenapa sih? Kenapa ketika aku cerita ke orang tuaku, mereka malah nyuruh aku buat dirukyah?”.  Cerita Melati suatu hari ketika saya dan dia berada dalam satu forum. “Aku tuh nggak tau kenapa aku bisa terkenal banget kayak gini. Aku tuh padahal cuma posting biasa aja dan orang-orang terus menilai aku.” Cerita Asoka suatu hari ketika saya dan dia berada dalam satu meja. Saya pernah menjadi remaja yang tumbuh dengan ‘hasrat ingin diperhatikan berlebihan’. Hasrat itu ternyata bagian dari gangguan mental dan emosi yang saya alami. Saya tumbuh dengan terus mempertanyakan, “Kenapa keluarga saya begini?” karena keluarga saya tidak seperti role model keluarga pada umumnya yang sakinah, mawadah, warahmah ala-ala keluarga selebgram. Apalagi saya diasuh oleh seorang Ibu dan kondisi keuangan keluarga saya yang pas-pasan. Masa kecil saya jaaaaauh dari kemewahan spiritual dan material yang diakses Kirana dan Gempita, anak kecil yang po...

Tarot Reading: Tren Baru Remaja untuk Mengungkapkan Kegelisahannya

Gambar
Tarot reading atau pembacaan tarot kini dikenal tidak hanya sebagai sarana meramal atau fortune teller yang lekat dengan dunia mistik. Tarot reading ternyata dapat digunakan sebagai sarana pengembangan diri dan konseling untuk membantu mencari pandangan baru dalam menyelesaikan masalah dalam kehidupan.  Tarot reading juga tidak lagi hanya melalui konsultasi bertatap muka, kini justru semakin laris karena bisa dijangkau dengan media sosial, seperti instagram, whatsapp dan line. Tak heran jangkauan penikmat jasa pembacaan tarot kini lebih luas variasi umur dan lokasinya, dari usia 15 hingga 70 tahun, dari Aceh hingga Papua. Komunitas yang menaungi pembaca tarot pun kini tumbuh sehat di berbagai kota besar di Pulau Jawa, seperti Jakarta, Jogja, Semarang dan Surabaya. Saya berkenalan dengan Kak Danik Yanuar (36 tahun), seorang pembaca tarot professional yang berdomisili di Jogja. Perempuan yang pembawaannya riang ini, akrab dikenal sebagai pembaca tarot favorit remaja. Kurang lebih d...

Kemana Saya Harus Pulang?

Sebagai seorang anak yang tumbuh besar dari kota ke kota, menetap di satu tempat adalah hal asing. Bahkan hingga saat ini, di usia jelang kepala tiga, saya masih hidup berpindah karena pekerjaan maupun karena memutuskan untuk mengganti suasana tempat tinggal. Saya asing dengan kata pulang yang identik dengan menetap. Sebagai seorang anak yang tumbuh besar dengan keluarga yang tidak serumah, tinggal bersama dengan anggota keluarga yang lengkap adalah hal asing. Bahkan hingga saat ini, di usia yang sedang ranumnya diminta untuk berkeluarga, saya masih hidup dengan tidak satu rumah dengan keluarga saya karena pekerjaan keluarga saya maupun karena saya memutuskan untuk hidup mandiri. Saya asing dengan kata pulang yang identik dengan kumpul keluarga. Untuk merunut saya berasal dari suku bangsa apa saja saya kesulitan, apalagi untuk merunut kemana saya harus pulang. Lalu dari tahun ke tahun saya habiskan untuk mencoba mengalami seperti yang teman-teman saya alami, yakni pulang dan menetap. S...

Kesenangan dari Bercerita

Gambar
Mari kita isi postingan kali ini dengan obrolan ngalor-ngidul (utara-selatan). Ngalor-ngidul digunakan untuk istilah kemana-mana seperti pergi dari utara ke selatan. Jauh men. Jadi di kepalaku itu banyak banget yang mau aku tulis jadi postingan blog, tapi selalu end up nggak jadi. Kenapa? Pertama karena mager. Kedua karena masih krisis kepercayaan diri buat nulis. Bahkan di platform pribadi pun aku masih merasa tidak memiliki otoritas penuh terhadap tulisanku hahahaha. Ketiga karena aku memang tidak menyempatkan diriku sekedar berlatih menulis, padahal menulis sebenarnya adalah hal yang kusukai. Kabar baiknya setidaknya di postingan ini aku mencoba lagi. Tulisan panjang untuk blog sebenarnya cukup melelahkan buatku karena harus mikir lebih lama. Sedangkan untuk berpikir aja aku sulit hahahaha. Makanya lebih tertarik nulis kepsyen di Instagram atau status facebook yang pendek-pendek aja. Ya meskipun beberapa akhirnya jadi panjang juga karena hasrat berceracau yang tiba-tiba naik, sepert...

Akhir Tahun 2019, Mengakhiri Masa-Masa Sulit

Gambar
Tidak terasa ternyata 2 tahun berlalu sejak saya menulis post Melalui 2017 dengan Mengetahui Lebih Banyak . Post itu ketika saya baca kembali, membawa saya ke masa dimana saya sedang sangat tertekan dan penuh kebingunan dalam menjalani hidup sejak tahun 2016. Bagaimana saya menulis di post itu menunjukkan bahwa untuk menulis sebuah gagasan yang utuh saja saya tidak mampu karena terlalu kalut hahaha. Tapi, membaca lagi post itu membuat saya senang, karena saya pernah menulis ketika saya berada di masa sulit, sehingga ketika masa itu berlalu, saya menjadi lebih sadar bahwa masa sulit pasti akan berlalu dan dapat saya lalui. Meskipun masa itu berlalu setelah 2 tahun kemudian, yakni tahun 2019.

My Generations dan Posesif: Remaja di Indonesia dan Hal-hal yang Tidak Dibicarakan (review)

Gambar
Ceritanya udah lama banget pengen ngulas dua film yang mengubah akhir tahun 2017 saya menjadi akhir tahun terbaik: My Generations dan Posesif. Film lokal yang mengangkat isu tentang remaja dengan perspektif yang segar dan sangat intim. Ketidaktahuan saya tentang kedua film ini sebelumnya, berubah menjadi berkah karena sempat menonton kedua film ini.